Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari calon pengguna kendaraan listrik adalah berapa biaya untuk mengisi daya hingga penuh. Jawabannya bisa berbeda-beda tergantung lokasi pengisian, kapasitas baterai, serta tarif listrik yang digunakan. Pada dasarnya, charging di rumah cenderung lebih hemat, sedangkan SPKLU menawarkan kecepatan dan fleksibilitas. Untuk memahaminya lebih jelas, mari kita bahas secara rinci.
Perhitungan Biaya Charge Mobil Listrik di Rumah
Mengisi daya mobil listrik di rumah merupakan pilihan paling populer karena murah, praktis, dan bisa dilakukan semalaman. Tarif listrik rumah tangga yang digunakan biasanya berada pada golongan R1 atau R2, sehingga biaya per kWh relatif stabil dan mudah dihitung.
Contoh Perhitungan untuk Mobil dengan Baterai 40 kWh
Misalnya Anda memiliki mobil listrik dengan kapasitas baterai 40 kWh. Jika tarif listrik rumah sebesar Rp 1.444 per kWh (tarif pelanggan rumah tangga nonsubsidi), maka estimasi biaya untuk mengisi daya dari 0–100% adalah:
40 kWh × Rp 1.444 = Rp 57.760
Artinya, satu kali pengisian penuh hanya menghabiskan biaya sekitar Rp 58 ribu. Dengan jarak tempuh mobil listrik rata-rata 250–300 km untuk baterai 40 kWh, biaya per kilometernya sangat ekonomis.
Cara Membaca Tagihan Listrik untuk Charging Mobil
Untuk mengetahui seberapa besar konsumsi listrik mobil Anda, perhatikan kolom kWh terpakai pada aplikasi PLN Mobile atau meteran. Tambahan kWh yang muncul setelah Anda rutin melakukan charging bisa dijadikan acuan untuk menghitung biaya bulanan. Semakin sering mengisi daya, semakin besar kenaikan kWh total, tetapi umumnya tetap jauh lebih hemat dibanding bensin.
Charging di SPKLU vs. Rumah: Mana yang Lebih Mahal?
SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) memiliki tarif yang berbeda dari listrik rumah. Walaupun lebih mahal, SPKLU menawarkan daya besar sehingga proses charging jauh lebih cepat.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Opsi
Charging di Rumah
-
Hemat biaya
-
Praktis dan aman
-
Bisa dilakukan semalam tanpa antre
− Waktu pengisian lebih lama karena daya terbatas (AC)
Charging di SPKLU
-
Pengisian sangat cepat (fast charging DC)
-
Cocok untuk perjalanan jauh
-
Tersedia di berbagai kota besar
− Biaya lebih mahal
− Risiko antrean saat jam sibuk
Kapan Sebaiknya Memilih SPKLU?
SPKLU lebih ideal digunakan saat:
-
Sedang melakukan perjalanan jauh dan butuh pengisian cepat
-
Butuh mengisi daya dalam waktu singkat
-
Kapasitas daya rumah terbatas untuk charging
Untuk penggunaan harian, charging di rumah tetap menjadi pilihan paling efisien.
Berapa Lama Charging Mobil Listrik?
Durasi pengisian daya sangat bergantung pada metode charging dan kapasitas baterai mobil.
Slow Charging (AC) untuk Penggunaan Sehari-hari
Slow charging menggunakan arus AC biasanya tersedia di rumah dengan daya 2,2 kW – 7,4 kW. Durasi pengisian:
-
Dari 20% ke 80%: sekitar 4–8 jam
-
Dari 0% ke 100%: 6–10 jam
Metode ini ideal untuk pemakaian rutin karena aman untuk baterai dan bisa dilakukan malam hari.
Fast Charging (DC) untuk Perjalanan Jauh
Fast charging menggunakan arus DC yang tersedia di SPKLU dengan daya 25–200 kW. Durasi pengisian jauh lebih cepat:
-
20% ke 80% hanya 20–40 menit
Cocok untuk perjalanan jauh, namun tidak dianjurkan untuk dilakukan setiap hari karena berpengaruh pada kesehatan baterai jangka panjang.
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Charging
Kapasitas Baterai dan Sisa Daya
Semakin besar kapasitas baterai, semakin lama waktu pengisiannya. Begitu juga dengan kondisi baterai saat mulai diisi, persentase awal menentukan estimasi waktu hingga penuh.
Daya Listrik yang Tersedia di Rumah atau SPKLU
Rumah dengan daya 2.200 VA tentu akan lebih lambat dibanding daya 7.700 VA atau SPKLU yang memiliki daya puluhan kW. Semakin besar daya yang digunakan, semakin cepat proses pengisian berjalan.
Berapa Harga Charge di SPKLU?
Tarif SPKLU ditetapkan oleh PLN dan berbeda berdasarkan jenis daya yang digunakan. Tarif SPKLU umumnya berada di kisaran Rp 2.400–Rp 2.600 per kWh, tergantung tipe charger (AC atau DC). Tarif ini sudah termasuk biaya pemeliharaan dan infrastruktur.
Perbedaan Tarif Berdasarkan Daya (kW)
-
AC 7,4–22 kW: lebih murah, tetapi waktu pengisian lama
-
DC 25–50 kW: tarif standar SPKLU, waktu lebih cepat
-
Ultra Fast Charging 100–200 kW: tarif sama namun tidak tersedia di semua lokasi
Cara Membayar di SPKLU PLN
Pembayaran dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile, menggunakan fitur EV Charging. Anda cukup memindai QR yang tersedia di stasiun, lalu menekan tombol Start Charging.
Lokasi SPKLU Terdekat dan Cara Menggunakannya
Daftar Aplikasi untuk Menemukan SPKLU
Beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk mencari SPKLU terdekat:
-
PLN Mobile
-
Google Maps
-
Charge+ (beberapa kota)
Langkah-Langkah Charging di SPKLU untuk Pemula
-
Datangi lokasi SPKLU terdekat.
-
Buka aplikasi PLN Mobile.
-
Scan QR di mesin charger.
-
Sambungkan gun charger ke mobil.
-
Tekan Start Charging dan tunggu hingga selesai.
Pilihan Terbaik untuk Efisiensi Biaya: Rumah atau SPKLU?
Secara umum, charging di rumah bisa lebih hemat hingga 50–60% dibanding SPKLU. Misalnya baterai 40 kWh membutuhkan biaya sekitar Rp 58 ribu di rumah, tetapi bisa mencapai Rp 100 ribu lebih jika diisi di SPKLU.
Studi Kasus: Pemakaian Harian vs Perjalanan Bulanan
-
Pemakaian harian: lebih efisien jika charging di rumah
-
Perjalanan bulanan: SPKLU menjadi solusi karena kecepatan
Pertimbangan Biaya dan Waktu
Jika Anda mengutamakan biaya murah, isi di rumah. Jika yang penting adalah kecepatan, SPKLU lebih cocok.
Tips Menghemat Biaya Charging Mobil Listrik
Manfaatkan Tarif Listrik Rendah (Off-Peak)
Jika rumah Anda memakai meter prabayar atau golongan tertentu, lakukan charging saat malam hari untuk mendapatkan tarif yang lebih stabil dan rendah.
Kombinasi Charging di Rumah dan SPKLU untuk Efisiensi
Gunakan rumah sebagai lokasi utama pengisian, dan manfaatkan SPKLU hanya saat diperlukan. Cara ini terbukti paling hemat untuk jangka panjang.
Segera hemat biaya charging mobil listrik Anda menggunakan EV Charger dari Listrik Kita!